Minggu, 04 Januari 2009

Berpikiran Terbuka dan Membuka Pikiran

. Minggu, 04 Januari 2009
0 komentar

Kegagalan seringkali berawal dari tidak membuka pikiran terhadap hal-hal spektakuler, tidak bergairah untuk memiliki impian. Bagi orang berbakat kaya, impian dan cita-cita adalah penyemangat hidup. Mereka sangat yakin tidak ada sesuatu pun yang tidak mungkin terjadi, karena itu mereka sangat yakin bahwa suatu saat mimpinya akan terwujud.

Mereka berpikiran terbuka dan membuka pikirannya untuk menyerap gagasan terbaik, kemudian mengimplementasikannya dalam rencana dan aksi yang sempurna. Mereka meyakini bahwa tidak ada yang tidak mungkin.

Selengkapnya.. »»

Selasa, 12 Agustus 2008

Tidak Pernah Mengeluh Merasa Kekurangan

. Selasa, 12 Agustus 2008
3 komentar

Orang awam dan kelas menengah sering mengeluh kekurangan uang. Akhirnya mereka betul betul kekurangan uang. Orang kaya memahami bahwa yang terpenting dalam hidup bukanlah uang, melainkan skill atau keahlian untuk menciptakan uang.


Uang bisa dengan mudah dicuri atau dirampok orang, tapi mindset dan skill tidak ada yang bisa merampasnya. Orang kaya tidak pernah mengeluh merasa miskin dan kekurangan. Sebab selama ia masih memilki mindset dan skill, uang bisa diperoleh dengan sangat mudah.



Selengkapnya.. »»

Jumat, 01 Agustus 2008

Kunci Sakti

. Jumat, 01 Agustus 2008
0 komentar

Saya ingin Anda membayangkan sebuah kunci. Kunci itu sangat
kuat dan sulit dibuka. Kunci itu mengurung Anda ditempat
yang tidak Anda inginkan, Tapi, tampaknya And tahu bahwa
kunci tersebut akan terbuka. Dan jika kunci itu terbuka,
Anda akan merasakan kebebasan. Kebebasan yang selama ini
hanya bisa Anda baca.

Anda bermimpi ditempat yang Anda inginkan, menikmati
semuanya seperti yang sudah digariskan untuk Anda nikmati,
memperoleh penghasilan yang Anda yakin bisa Anda dapatkan,
menikmati gaya hidup yang ditakdirkan untuk Anda jalani,
dan berkontribusi dengan cara yang Anda tahu seharusnya
Anda lakukan.

Kunci ini sangat kuat. Sebelum dibuka, kunci ini mengurung
orang dalam tahanan batin--sebuah tempat gelap yang tidak
menghargai siapa pun, sebuah sel yang membelenggu, ruang
pembatas yang membunuh impian serta menekan orang pintar,
penyayang, dan berambisi. Kunci ini memang salah satu kunci
terkuat. Bisakah Anda melihatnya? Saya rasa Anda bisa!

Kunci ini ada dalam pikiran manusia.
Kunci ini adalah paradigma atau pola pikir.

eBook Beautiful Mind adalah rahasia yang Anda butuhkan
untuk membuka kunci yang ada dalam pikiran Anda. Bukalah
kunci tersebut dan jalani hidup dalam kebebasan dan
keindahan.

Untuk mendapatkan paket e-book motivasi islami silakan Klik disini!

Selengkapnya.. »»

Rabu, 30 Juli 2008

Memandang Uang Sebagai Makhluk Hidup

. Rabu, 30 Juli 2008
2 komentar

Kebanyakan orang hanya sibuk mencari uang, lalu setelah uang didapat, langsung habis tanpa bekas. Orang kaya tidak menjadi budak uang, melainkan uang berada dalam kendalinya.

Mereka berhasil melipatgandakan uang karena memahami karakter uang seperti halnya makhluk hidup. Mereka memelihara uang, menebar benih, menanam di lahan yang tepat, menjaganya dari gangguan hama, dan pada saat yang tepat memanen hasilnya.

Orang kaya tidak memandang uang adalah segalanya, sebab uang bukan Tuhan yang disembah. Mereka sangat menyadari, uang adalah pedang bermata dua; sebagai alat untuk meraih tujuan, tapi setiap saat juga dapat membunuh siempunya. Uang ada ditangannya, bukan dihatinya.

Selengkapnya.. »»

Senin, 28 Juli 2008

Mengapa Sulit Menabung?

. Senin, 28 Juli 2008
0 komentar

Lima tahun lalu, saya termasuk orang yang sulit sekali menyisihkan uang untuk menabung. Alasannya klasik, gaji masih sedikit dan pengeluaran terlalu banyak. Saya berpikir jika bulan depan gaji saya naik saya pasti akan menabung. Ketika bulan depan gaji saya benar-benar naik, ternyata saya tidak juga menabung. Dan saya membuat alasan lagi, bulan ini masih banyak pengeluaran yang harus saya tutupi dan insyaallah bulan depan saya akan menabung. Dan anehnya ketika musim gajian tiba dibulan depannya, saya tak kuasa menahan aliran uang keluar yang begitu deras hingga tak tersisa lagi uang untuk ditabung. Begitulah dari bulan kebulan saya tak jua mampu menyisihkan uang untuk ditabung.

Hingga suatu saat saya mendapat pencerahan ketika tak sengaja melihat buku tabungan seorang teman yang membuat saya kaget. Betapa tidak, teman tersebut hanya memilki gaji di bawah 1 juta rupiah dan baru bekerja selama dua tahun, tapi tabungannya sudah mencapai 10 juta rupiah. Saya lalu bertanya, mengapa ia menabung sampai sebanyak itu padahal gajinya tidak seberapa? Sambil tersenyum ia menjawab, bahwa ia punya rencana untuk membeli rumah dan juga persiapan biaya pendidikan untuk anaknya. Deg! saya seketika baru tersadar bahwa untuk membangun disiplin dalam menabung kita harus memiliki tujuan yang jelas dan terarah, seperti teman saya itu.

Mulai saat itu saya bertekad mengikuti langkahnya dan mulai menentukan tujuan dan menyusun rencana keuangan saya. Akhirnya sejak saat itu hingga sekarang, saya mampu menyisihkan 30% dari gaji bulanan saya untuk ditabung. Dan itu tidak bisa diganggu gugat kecuali untuk keperluan yang telah direncanakan.

Temukan Alasan Untuk Menabung

Saya mendapati banyak orang sulit untuk menabung karena tidak memiliki motivasi yang kuat. Motivasi itu muncul ketika tujuan keuangan kita jelas. Kalau kita mau membuka mata, banyak dana yang harus kita persiapkan di masa depan, seperti dana pendidikan anak yang semakin mahal, rumah tempat tinggal, dana pensiun, anggaran kesehatan dan rumah sakit, dan lain-lain.

Saya akui saat awal-awal belajar menabung banyak sekali godaan yang melemahkan semangat kita untuk menabung. Untuk menguatkan motivasi itu, coba pandangi foto anak istri kita. Pandangi lagi foto mereka dan renungkan bagaimana nasib mereka di masa depan, bagaimana sekolah anak-anak kita nanti jika kita tidak mulai menabung dari sekarang. Mereka akan tumbuh semakin besar dan tiba-tiba membutuhkan biaya pendidikan yang besar pula, sementara kita tidak mampu membiayainya.

Karena itu mulailah menabung sejak sekarang! Tidak begitu penting seberapa besar atau kecil gaji Anda, yang terpenting adalah berapa yang bisa Anda sisihkan untuk tabungan masa depan Anda dan keluarga Anda. Setidaknya sisihkan 10% sampai 30% dari gaji Anda untuk persiapan masa depan. Mulailah dari sekarang meski sedikit. Ingat pepatah lama, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Selengkapnya.. »»

Rabu, 23 Juli 2008

Bekerja Untuk Belajar, Bukan Karena Uang

. Rabu, 23 Juli 2008
0 komentar

Banyak orang kaya yang mengawali karirnya dengan bekerja kepada orang lain. Namun, mereka bekerja untuk mempelajari sesuatu. Biasanya, mereka mempelajari sistem bisnis, bagaimana membangun jaringan relasi, bagaimana bisnis prosesnya, dll.

Ketika bekerja pada orang lain, uang bukan tujuan utama mereka, tapi bekerja dijadikan batu lompatan untuk memulai bisnis mandirinya. Menjadi karyawan bukanlah cita-cita akhir mereka.

Tetapi kebanyakan orang awam dan miskin menjadikan gaji sebagai prioritas dalam pekerjaannya. Pekerjaan rutin mereka adalah menunggu tanggal gajian - sampai tua. Mereka tidak peduli dengan kesempatan mendapatkan ilmu, meski banyak hal yang bisa dipelajari dari perusahaan tempat mereka bekerja.

Selengkapnya.. »»

Selasa, 22 Juli 2008

Perkembangan Asuransi Syariah 2008

. Selasa, 22 Juli 2008
0 komentar

Perkembangan asuransi syariah ibarat si gadis manis, diburu banyak orang dan menenangkan. Kini, nyaris semua perusahaan asuransi membentuk unit syariah. Bahkan asuransi asing juga ikut membuka unit syariah. Mereka tentu ingin mencicipi kue syariah di Indonesia.

Ketua Umum Asosiasi Syariah Indonesia Muhaimin Iqbal menyatakan hingga Januari 2008, di Indonesia sudah ada 3 perusahaan yang full asuransi syariah, 32 cabang asuransi syariah, dan 3 cabang reasuransi syariah. “Ini pertumbuhan premi industri bisa menembus Rp 1 trilun tahun ini. Rencana masuknya asuransi raksasa di pasar asuransi syariah diharapkan mendukung pencapaian target itu.

Ia mengatakan perolehan premi industri asuransi syariah tanah air diperkirakan kembali mengulang prestasi tahun lalu dengan tumbuh sebesar 60%-70%. pada 2006, industri asuransi syariah membukukan pertumbuhan premi sebesar 73% dengan nilai total Rp 475 miliar. "Hingga akhir 2007, saya rasa kami bisa mencapai Rp 700 miliar. Kalau tahun depan tumbuh 50% saja, sampai melebihi Rp 1 triliun," ucap Muhaimin.

Kendati asuransi syariah mengalami pertumbuhan yang pesat, jelas Muhaimin, kontribusi terhadap total industri baru mencapai 1,11% per 2006 dan diperkirakan meningkat ke posisi 1.33% tahun ini. Hal itu tidak terlepas dari jumlah pelaku industri asuransi syariah yang masih terbatas dan baru menunjukkan peningkatan dalam dua tahun terakhir.

Ia menuturkan, pada 2003, hanya ada 11 pemain dalam industri syariah. Jumlah itu meningkat menjadi 30 pemain pada 2006. Per juli 2007, terdapat 38 pemain asuransi syariah dengan rincian 2 perusahaan asuransi syariah, 1 asuransi umum, 12 asuransi jiwa syariah, 20 asuransi umum syariah, dan 3 asuransi syariah.

Sistem Transparan.
Sementara itu, Direktur Utama Insight Invesment Management ggi H Achsien menyatakan perkembangan pesat asuransi asuransi syariah di Indonesia memang masuk akal.” Disamping pangsa pasar yang besar, sistemnya juga transparandan membuat nyaman pemegang polis” jelas Iggi.

Menurutnya sistem asuransi syariah menjanjikan sistem yang lebih adir, transparan dan terhindar dari unsur perjudian.” Oleh karena itu orang merasa lebih aman dengan asuransi syariah,” cetusnya.

Calon Dewan Pengawas Syariah (DPS) dari salah satu perusahaan asurasi syariah itu meminta para pelaku asurasi syariah agar terus meningkatkan profesionalisme dalam mengembangkan pasar. “ Ini penting agar ada pergesran orientasi parsar dari pasar emosional menuju pasar rasional.,” jelasnya.

Perkembangan asuransi syariah juga mencengangkan. PT Asuransi Takaful Keluarga (ATK) misalnya. Disamping terus melakukan berbabagai inovasi produk, perusahaan asuransi syariah terbesar di Indonesia itu terus menggalang aliansi strategis dengan perusahaan sejenis.
ATK juga telah meluncurkan produk unit link Takafulink Alia yang merupakan produk proteksi dan investasi berbasi saham. ATK menargerkan pendapatan Rp 20 miliar – Rp 30 miliar di akhir 2007.

“Walaupun baru berjalan sebulan, pendaptan Takafulink Alia telah mencapai Rp 5 miliar. Oleh karena itu, target di atas dapat tercapai,” ungkap Presiden direktur PT Asuransi Takaful Keluarga disela-sela grand launching Produk Takafulink Alia di Jakarta.

Karena investasi Alia berupa saham. Agus menilai produk tersebut potensial bagi meresa yang agresif dalam berinvestasi. Divisi Syariah Asuransi Allianz Liafe Indenesia (AALI) juga tidak ketinggalan . Allianz Syariah Life membukukan gross written premium (GWP) sebesar Rp 31 miliar dan mjumlah polis sebanyak 3.702. unit hingga Agustus 2007. Direktur Syarila AALI Kiswati Soerkoyo mengatakanper Agustus 2007, GWP telah mencapai Rp 31,012 miliar dan jumlah polis meningkat menjadi 3.702 unit.

Hasil yang hampir sama juga dibukukan Divisi Syariah PT Asuransi Jiwa (AJ) Central Asia Raya (CAR) yang mulai dibentuk Mei 2007. Di Tahum pertama operasionalnya (2007) mereka berhasil melai premi sebesar Rr20 miliar. Tahun ini, menurut Direktur pemasaran PT AJ CAR Hero Samudra, Target perolehan premi naik 150% menjadi Rp50 miliar.

Sementara itu, Divisi Syariah AJB Bumi putera menargetkan pertumbuhan pendapatan premi sebesar 137% menjadi Rp237% miliar pada 2008. Untuk mencapai itu, divisi yang baru berusia tiga tahun itu akan menfokuskan pada ekspansi organik perusahaan.(Media Indonesia, Selasa, 29 Januari 2008)

Selengkapnya.. »»
 
Blog.TentangKeuangan is proudly powered by Blogger.com | Template by o-om.com