Mengapa Sulit Menabung?

Lima tahun lalu, saya termasuk orang yang sulit sekali menyisihkan uang untuk menabung. Alasannya klasik, gaji masih sedikit dan pengeluaran terlalu banyak. Saya berpikir jika bulan depan gaji saya naik saya pasti akan menabung. Ketika bulan depan gaji saya benar-benar naik, ternyata saya tidak juga menabung. Dan saya membuat alasan lagi, bulan ini masih banyak pengeluaran yang harus saya tutupi dan insyaallah bulan depan saya akan menabung. Dan anehnya ketika musim gajian tiba dibulan depannya, saya tak kuasa menahan aliran uang keluar yang begitu deras hingga tak tersisa lagi uang untuk ditabung. Begitulah dari bulan kebulan saya tak jua mampu menyisihkan uang untuk ditabung.

Hingga suatu saat saya mendapat pencerahan ketika tak sengaja melihat buku tabungan seorang teman yang membuat saya kaget. Betapa tidak, teman tersebut hanya memilki gaji di bawah 1 juta rupiah dan baru bekerja selama dua tahun, tapi tabungannya sudah mencapai 10 juta rupiah. Saya lalu bertanya, mengapa ia menabung sampai sebanyak itu padahal gajinya tidak seberapa? Sambil tersenyum ia menjawab, bahwa ia punya rencana untuk membeli rumah dan juga persiapan biaya pendidikan untuk anaknya. Deg! saya seketika baru tersadar bahwa untuk membangun disiplin dalam menabung kita harus memiliki tujuan yang jelas dan terarah, seperti teman saya itu.

Mulai saat itu saya bertekad mengikuti langkahnya dan mulai menentukan tujuan dan menyusun rencana keuangan saya. Akhirnya sejak saat itu hingga sekarang, saya mampu menyisihkan 30% dari gaji bulanan saya untuk ditabung. Dan itu tidak bisa diganggu gugat kecuali untuk keperluan yang telah direncanakan.

Temukan Alasan Untuk Menabung

Saya mendapati banyak orang sulit untuk menabung karena tidak memiliki motivasi yang kuat. Motivasi itu muncul ketika tujuan keuangan kita jelas. Kalau kita mau membuka mata, banyak dana yang harus kita persiapkan di masa depan, seperti dana pendidikan anak yang semakin mahal, rumah tempat tinggal, dana pensiun, anggaran kesehatan dan rumah sakit, dan lain-lain.

Saya akui saat awal-awal belajar menabung banyak sekali godaan yang melemahkan semangat kita untuk menabung. Untuk menguatkan motivasi itu, coba pandangi foto anak istri kita. Pandangi lagi foto mereka dan renungkan bagaimana nasib mereka di masa depan, bagaimana sekolah anak-anak kita nanti jika kita tidak mulai menabung dari sekarang. Mereka akan tumbuh semakin besar dan tiba-tiba membutuhkan biaya pendidikan yang besar pula, sementara kita tidak mampu membiayainya.

Karena itu mulailah menabung sejak sekarang! Tidak begitu penting seberapa besar atau kecil gaji Anda, yang terpenting adalah berapa yang bisa Anda sisihkan untuk tabungan masa depan Anda dan keluarga Anda. Setidaknya sisihkan 10% sampai 30% dari gaji Anda untuk persiapan masa depan. Mulailah dari sekarang meski sedikit. Ingat pepatah lama, sedikit demi sedikit lama-lama menjadi bukit.

Comments